Lima Pilar Kementan Entaskan Daerah Rentan Rawan Pangan

Created on Thursday, 11 January 2018
Pengentasan daerah rentan rawan pangan agar naik kelas menjadi daerah berkecukupan pangan dan gizi sangat penting untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

 

Pembangunan ketahanan pangan dan gizi memerlukan penangan serius dan kerjasama banyak pihak karena kompleksitasnya. Ketahanan pangan dan gizi berpengaruh kuat terhadap kualitas dan daya saing SDM. Kasus gizi buruk maupun kerawanan pangan, dalam banyak kasus, erat kaitannya dengan persoalan kemiskinan dan tingkat pendidikan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan upaya membangun ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Salah satunya mengentaskan daerah rentan rawan pangan dan agar tidak terjerumus kedalam kategori rawan pangan.

Penentuan daerah rentan rawan pangan mengacu pada tiga indikator. Ketiganya tersebut seperti ketersediaan pangan, distribusi pangan serta kemanfaatan pangan. Khusus untuk distribusi pangan, masyarakat di daerah rentan rawan kesulitan akses mendapatkan pangan, sehingga itu yang akan dibantu oleh BKP Kementan.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia