Indonesia Harus Miliki 10 Terminal Kapal Pesiar

Created on Thursday, 08 February 2018
Kedatangan cruise ke Indonesia akan terus meningkat. Sebelum 2020, Indonesia harus memiliki sepuluh pelabuhan kapal pesiar. 

 

Tak hanya gencar berpromosi. Upaya mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (Wisman) di tahun 2019 dikejar dengan dikebutnya sejumlah proyek infrastuktur untuk mendukung sektor pariwisata. Salah satunya, pembangunan pelabuhan atau terminal khusus untuk sandar cruise (kapal pesiar). 

“Seperti yang diminta Presiden Joko Widodo, kita harus membangun setidaknya sepuluh terminal kapal pesiar dalam beberapa tahun ini. Ironis, sebagai negara kepulauan yang “jualan” pariwisata, Indonesia belum punya pelabuhan khusus kapal pesiar. Karena itulah, pembangunan terminal cruise akan jadi prioritas,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B Pandjaitan. 

Saat ini, lanjut Luhut, pemerintah melalui PT Pelindo III (Persero) tengah menggarap pengembangan terminal kapal pesiar di Pelabuhan Benoa, Bali. Dimulai September 2017, proyek dengan investasi sekitar Rp 1,7 triliun tersebut diharapkan rampung pada September 2018. “Ini akan menjadi terminal (kapal pesiar) pertama dan terbesar di Indonesia. Bahkan, bisa menyaingi terminal cruise di negara tetangga,” katanya. 

 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di

Majalah Sains Indonesia Edisi 74 Februari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia