Napak Tilas Jambore Iptek 1997: Mengembalikan Pesona Sabang

Created on Friday, 12 January 2018
Sejak dulu Sabang digadang-gadang akan berkembang menjadi kawasan wisata yang maju. Sayang, pesona Sabang justru meredup, kalah dengan Phuket dan Langkawi. 

 

Sabang, Phuket, dan Langkawi dikenal sebagai segitiga emas di kawasan Selat Malaka, yang memiliki pesona laut dan pantai nan elok. Di masa lampau, ketiganya merupakan poros penting dalam jalur pelayaran dunia.  Jarak Phuket, Thailand dan Langkawi, Malaysia, sekitar 243 km. Ditempuh dalam waktu satu hari dengan kapal. Sedangkan, dari Langkawi ke Sabang, harus berlayar 2,5 hari karena jaraknya kira-kira 558 km.   

Dibanding Phuket dan Langkawi, Sabang mempunyai pelabuhan yang masyhur sejak masa kejayaan Kesultanan Aceh, tahun 1300-an. Kapal-kapal besar yang melintas di Selat Malaka, selalu singgah di Sabang, untuk istirahat dan mengambil air. Karena itulah, Sabang menjadi pintu masuk berbagai bangsa, seperti Arab, China, Eropa, dan India ke Indonesia. 

“Sabang punya sejarah panjang kemaritiman. Dengan keindahan pantai dan gugusan pulau-pulaunya, Sabang adalah kawasan wisata bahari yang sulit dicari tandingannya. Begitu juga, pesona bawah lautnya. Tapi, mengapa malah Phuket dan Langkawi yang lebih maju, sebagai destinasi pariwisata bahari kelas dunia?” ujar Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata, Indroyono Soesilo. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia