Misi Terakhir KRI Dewaruci di Sail Sabang 2017

Created on Tuesday, 12 December 2017
Sail Sabang 2017 jadi pelayaran terakhir KRI Dewaruci. Tugas kapal latih TNI AL ini akan digantikan KRI Bima Suci.  

 

Dua kapal layar tiang tinggi nan gagah itu bersanding sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Senin, 20 November lalu, sebelum berlayar menuju Sabang, Pulau Weh, Aceh. Inilah untuk pertama kalinya KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci turut memeriahkan sail, perhelatan tahunan yang telah dimulai sejak 2009. Namun, bagi Dewaruci, Sail Sabang 2017 adalah pelayaran terakhir, setelah 64 tahun mengemban tugas sebagai kapal latih TNI Angkatan Laut (AL). 

Menuju Sabang, KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci, bersama KRI Banda Aceh dan KRI Dr Soeharso dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan. Dalam sambutannya, Menko Luhut menceritakan, kebanggaannya kali ini, saat melihat kembali KRI Dewaruci, sama seperti ketika ia pertama kali “bertemu” kapal legendaris itu tahun 1967.

“Maka, berbanggalah juga Anda semua yang bisa turut dalam pelayaran terakhir Dewaruci ini. Kepada kalian, saya berpesan, nikmati pelayaran bersama kapal kebanggaan Indonesia ini. Jadikan sebagai pengalaman yang tak ternilai. Di lautan lepas, lihatlah betapa indah dan kayanya Tanah Air kita. Kelak, kalian lah yang akan menggantikan generasi kami, untuk menjaga dan memajukan negeri ini,” katanya.      

Sail Sabang 2017 digelar di Pulau Weh dan Banda Aceh, Provinsi Aceh, 28 November hingga 5 Desember. Kegiatan dengan tema “Sabang Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia” ini merupakan sail kesembilan, sejak pertama kali digelar di Bunaken, Sulawesi Selatan pada 2009. “Berbeda dengan sail tahun-tahun sebelumnya, Sail Sabang 2017 bukan sekadar kegiatan pelayaran biasa, tetapi ada misi dan harapan besar pemerintah supaya sail dapat menjadi pemacu percepatan pembangunan di kawasan, baik pembangunan infrastruktur maupun ekonominya. Bukan sekadar hura-hura, seremoni sesaat,” tandas Luhut. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 72 Desember 2017

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia