Sukses Mengubah Wajah Masyarakat Pesisir

Created on Tuesday, 31 January 2017
Sejak digulirkan empat tahun silam, proyek pembangunan masyarakat pesisir perlahan-lahan sukses mengubah wajah masyarakat pesisir di Lombok Barat. Tidak hanya dari aspek pemberdayaan masyarakat semata, tapi juga pembangunan infrastruktur penunjang

 

Demikian diungkapkan Secretary Executive Project Management Office CCDP-IFAD, Sapta Putra Gin-ting beberapa waktu lalu. Menurutnya, proyek pembangunan masyarakat pesisir atau Costal Community Development Project (CCDP)yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) itu telah memberikan dampak sangat besar.

“Program ini secara khusus berorientasi pada progres pelaksanaan pembangunan masyarakat pesisir. Dari 12 Kabupaten/kota yang sudah dilalui progam ini, semua bisa terlihat manfaatnya. Begitu besar dampak hadirnya CCDP –IFAD di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Tidak hanya aspek pemberdayaan masyarakat, tetapi infrastruktur penunjang juga tengah gencar dibangun,” ujar Sapta.

Salah satu wilayah penerima dana bantuan CCDP-IFAD adalah Kabupaten Lombok Barat (Lombar). Lombar terpilih karena memiliki potensi pesisir dan pulau-pulau kecil yang cukup menjanjikan. Hanya saja potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi pemanfaatan, potensi penangkapan, budidaya, hingga pariwisata bahari. Buktinya terlihat dari tinggi-nya angka kemiskinan di daerah pesisir.

Lombar memiliki 5 kecamatan pesisir, 54 desa pesisir, dan 17 desa pantai. Luas perairannya mencapai 1.382 km2 dengan garis pantai sepanjang 192 km. Wilayah ini memiliki 23 pulau-pulau kecil yang disebut gili dengan 6 gili di antaranya telah dikelola. Daerah ini juga punya potensi hutan mangrove sebanyak 398 hektare, potensi terumbu karang 6.294 hektare, dan luas padang lamun mencapai 413hektare. 

Sepanjang 2013-2016, ada 15 desa binaan CCDP-IFAD di Lombar. Setiap desa menonjolkan keunggulan dan potensinya masing-masing. Ada yang merupakan bagian dari kelompok pengolahan usaha, kelompok pembangunan infrastruktur, dan kelompok nelayan. Hasilnya, dari berbagai kunjungan Tim Joint Support Mission CCDP-IFAD, seluruhnya merasa puas dengan kemajuan masyarakat pesisir di kabupaten ini. 

Senada dengan apresiasi yang diberikan tim CCDP-IFAD, Bupati Lombar, H Fauzan Khalidpun mengakui jika program CCDP-IFAD telah dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakatnya. ”Pengembangan produk olahan hasil perikanan yang berdaya saing telah siap berkompetisi di pasar domestik dan regional serta menjadi salah satu kegiatan yang difasilitasi CCDP-IFAD,’’ terang Bupati Lombar.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 62

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia