Indonesia Menuju Produsen Ikan Hias Nomor Satu Dunia

Created on Wednesday, 07 December 2016

 


Indonesia berambisi menjadi produsen ikan hias nomor wahid dunia pada 2019. Tak cukup kerja keras, namun juga harus ada roadmap yang jelas.

 

Seorang peneliti sekaligus pembudidaya senior ikan hias air tawar asal Jerman, Heiko Bleher, beberapa waktu lalu dalam seminar di Jakarta, memuji ikan hias Indonesia yang disebutnya ikan dengan corak paling berwarna. Bleher menyebutkan hampir 300 jenis ikan hias Indonesia yang bisa dipublikasikan ke tingkat internasional.

Indonesia dijuluki rumah dari ratusan spesies ikan hias yang eksotik (Home for Hundreds of Exotic Ornamental Fish Species). Indonesia adalah surga ikan hias. Staf Ahli Menteri KP Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya, Suseno, mengatakan, Indonesia memiliki 4.552 spesies ikan hias dengan 1.400 spesies di antaranya ikan hias air dan 90 spesies yang sudah dibudidayakan. Sedangkan stok ikan hias laut di Perairan Indonesia diperkirakan mencapai 3 miliar ekor, dengan potensi lestari sekitar 1,5 miliar.

Namun sayangnya, kenyataan itu tidak menjadikan Indonesia sebagai produsen ikan hias terbesar di dunia. Indonesia tercatat di posisi kelima produsen ikan hias air tawar dan ketiga produsen ikan hias air laut dunia. Bahkan secara volume ekspor, kalah jauh dari Singapura yang menjadi eksportir ikan hias nomor satu dunia.

Rencana Aksi Nasional

Menurut Kepala Badan Litbang KP, M. Zulficar Mochtar, masalah pendataan dan identifikasi ikan hias menjadi persoalan klasik yang membuat potensi ikan hias tidak tergarap optimal. Ironisnya, sebagian ikan hias air tawar yang tidak terdata terancam akibat kerusakan ekosistem hingga pengambilan berlebih. Apalagi, sebagian ikan hias yang diperdagangkan masih mengandalkan hasil tangkapan alam.

Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, sekitar 95 persen spesies ikan air tawar Indonesia yang diperdagangkan merupakan hasil penangkaran. Selebihnya, 5 persen dari alam. Sebaliknya, 95 persen spesies ikan hias air laut yang didagangkan adalah tangkapan dari alam.

Kementerian Kelautan dan Perikanan bertekad menghapus kondisi memprihatinkan tersebut dan menargetkan pada 2019 Indonesia menjadi produsen ikan hias nomor satu di dunia.  Zulficar pun menyodorkan tiga strategi agar Rencana Aksi Nasional (RAN) tersebut tercapai.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 60

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia