Jalan Tol Menuju Eksportir Ikan Hias Terbesar

Created on Wednesday, 07 December 2016


Puluhan akuarium berderet rapi di ruangan seluas 10 meter persegi milik Koperasi Candra bahaga itu, salah satu eksportir ikan hias terbesar di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ketua koperasi, Bambang Cahya Pinardi berkembangnya bisnis online membuat bisnis ikan hias kian menjanjikan. Bahkan kalangan pebisnis kecil skala rumah tangga pun mampu meraup omzet ratusan juta rupiah per bulannya.

Ikan hias jenis Kongo tetra, Furcata, Palmas sinegalus serta Corydoras sterbai banyak dimintai selain jenis Rainbow dan cupan serta koi. Menurutnya, kebutuhan ekspor sangat tinggi sehingga hampir setiap minggu selalu pengi-riman ikan hias ke sejumlah negara.

Staf Ahli Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan, Suseno Sukoyono, yakin jika bisnis online bisa enjadi jalan tol bagi cita-cita Indonesia untuk menjadi pengekspor ikan hias terbesar di dunia. Selain efisiensi modal dan pemasaran tak terbatas, bisnis ikan hias secara online bisa mereduksi sejumlah kendala baik waktu maupun modal yang selama ini banyak dikeluhkan pebisnis dan pembudidaya ikan hias.

Penguatan SDM

Namun untuk bisa mencapai taraf tersebut, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak, termasuk stakeholder terkait yang ikut mengembangkan ikan hias sebagai komoditas utama mereka. Salah satunya peningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan alih teknologi ke petani pembudidaya maupun pedagang ikan hias secara nasional.

‘’Pengembangan SDM ini dirasa sangat penting karena mengelola sumber daya kelautan dan perikanan pada dasarnya adalah bagaimana mengelola SDM-nya dengan baik dan benar,’’ ucap Suseno.

Sebagai negara kepulauan yang terletak di khatulistiwa dan masuk dalam kelompok terumbu karang dunia, Indonesia diuntungkan karena banyak spesies ikan hias ada di Indonesia. Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan Perikanan (Balitbang KP), dari 32.400 spesies ikan hias di dunia, sebanyak 4.552 spesies itu ada di Indonesia.
Sebagai gambaran, pada 2016 nilai ekspor ikan hias Indonesia mencapai USD15,82 juta. Sementara, Singapura pada 2014 saja, nilai ekspornya sudah mencapai angka USD51,7 juta.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembang-an Budidaya Ikan Hias (Balitbangdias), Idil Ardi, mengatakan, Indonesia memiliki kemampuan untuk membudidayakan ikan hias. Saat ini Indonesia sudah mampu membudidayakan 18 jenis ikan hias air tawar, diantaranya ikan koi, koki, cupang, black ghost, corydoras dan arwana. Ia bilang dengan mengenjot budidaya ikan hias akan membuka lapangan kerja, dan juga bisa meraup devisa lebih besar.

Saat ini, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya sudah menetapkan target produksi ikan hias pada 2017 sebanyak 1,19 miliar ekor. Target tersebut, kata dia, harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menuju Indonesia sebagai produsen ikan hias nomor satu di dunia pada 2019.

“Untuk produksi pada 2016 ini, ikan hias sudah mencapai 1,3 miliar ekor. Jumlahnya sudah banyak,” tuturnya.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 60

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia