Bioteknologi Mendongkrak Daya Saing Produk Perikanan

Created on Thursday, 03 November 2016
Semangatnya untuk menjadi pebisnis kelas dunia tak pernah surut. Berkat teknologi, Nurhadi sukses mengekspor produk makanan olahan berbasis perikanan ke mancanegara. 

Semangatnya untuk menjadi pebisnis kelas dunia tak pernah surut. Berkat teknologi, Nurhadi sukses mengekspor produk makanan olahan berbasis perikanan ke mancanegara. 

Peraih penghargaan Adibakti Mina Bahari 2015 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu bermimpi lebih banyak lagi anak pesisir yang sejahtera dari kekayaan laut Nusantara. Bermodal Rp 4 juta, kini omzet bisnis pria asal Maros, Sulawesi Selatan itu Rp 40 miliar per tahun. Tak kurang dari 60 keluarga yang bergantung matapencahariannya dari kelangsungan bisnis Nurhadi.

Cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD) sejatinya hanya bisa berhasil jika setiap tahun lahir ribuan pebisnis tangguh dan berdaya saing global. Mereka menjadikan sumber daya laut dan perikanan sebagai sumber kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. 

Menurut Nurhadi, sektor maritim bisa menjadi tulang punggung perekonomian bangsa, jika jumlah pengusaha yang bergerak di sektor ini sedikitnya 2% dari jumlah penduduk atau sekitar 5 juta pengusaha. Saat itulah Indonesia menjadi negara yang maju, sejahtera, dan berdaulat berbasis pada ekonomi kelautan, hankam, dan budaya maritim.

Daya Saing Global
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP), M Zulficar Mochtar, mengatakan, daya saing menjadi kunci dan itu memerlukan dukungan inovasi dan teknologi agar produk Indonesia bisa bersaing di tataran regional maupun global. 

rtikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 59

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia