Tahun Ini, Indonesia Alami Bencana Terbanyak

Created on Tuesday, 06 December 2016

Banjir dan tanah longsor terjadi di mana-mana. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp 40 triliun/tahun. BNPB mencatat bencana yang menerjang berbagai wilayah di Tanah Air sepanjang 2016, merupakan yang terbanyak dalam sepuluh tahun terakhir.

 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan dari Januari hingga pertengahan November 2016, tercatat terjadi 1.985 bencana alam di Indonesia. Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, mendominasi. Ironisnya, kejadian bencana tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh faktor manusia, yang abai terhadap lingkungan. 

“Setiap tahun anggaran terkuras untuk menanggulangi bencana rutin, yang semestinya bisa dihindari atau diminimalkan dampaknya. Perlu dukungan semua pihak, terutama pemerintah daerah, agar lebih memahami mitigasi dan peringatan dini kebencanaan,” katanya. 

Data BNPB menunjukkan, hampir semua daerah di Indonesia rawan mengalami bencana. Peta rawan bencana sudah disebar ke semua Pemda. Begitu pula peringatan dini kebencanaan, selalu disampaikan secara berkala dan lebih intensif bila potensi ancaman bencana makin besar. Sayang, hanya segelintir Pemda yang peduli dan memperhatikan informasi tersebut. Dari 416 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, yang telah memahami mitigasi dan peringatan dini kebencanaan hanya belasan kabupaten/kota.

Dengan jumlah kejadian bencana sebanyak 1.985 (dalam kurun Januari sampai 14 November 2016), maka tahun ini bisa disebut sebagai tahun bencana. “Karena bencana terjadi hampir sepanjang tahun. Selain jumlah kejadian tercatat paling banyak dalam sepuluh tahun terakhir, dampak berupa korban jiwa dan harta benda yang hilang, tahun ini juga mencatat rekor terbanyak,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. 

Berdasarkan data BNPB, dengan 1.985 kejadian bencana sepanjang 2016, dampak yang ditimbulkan adalah 375 orang meninggal, 383 jiwa mengalami luka-luka, sebanyak 2,52 juta jiwa menderita dan harus mengungsi, serta lebih dari 34.000 rumah rusak. Tahun ini, bencana banjir merupakan yang terbanyak, yakni 659 kejadian. Selanjutnya, berturut-turut adalah puting beliung 572 kejadian, longsor 485 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 178 kejadian, kombinasi banjir dan longsor 53 kejadian, gelombang pasang dan abrasi 20 kejadian, gempa bumi 11 kejadian, dan erupsi gunung api 7 kejadian.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 60

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia