Lembu Gama: Sapi Premium Hasil Hilirisasi Riset UGM

Created on Wednesday, 08 March 2017
Umurnya baru dua tahun. Namun bobot badannya sudah di atas 0,5 ton. Itulah Lembu Gama, sapi premium hasil persilangan segitiga antara sapi Brahman, Wagyu, dan Belgian Blue.

 

Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sapi premium yang tidak hanya berbobot besar, namun berdaging empuk, serta cocok dengan iklim tropis Indonesia. Untuk menghasilkan jenis sapi yang diinginkan, tim peneliti Fakultas Peternakan UGM pun mengawinsilangkan tiga jenis sapi (breed composit) yakni sapi Brahman, Wagyu, dan Belgian Blue.

Menurut Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus, ada tiga tahap perkawinan sapi yang dilakukan pihaknya untuk menghasilkan indukan sapi Lembu Gama. Tahap pertama, sapi Brahman yang berbobot besar dan sudah bisa beradaptasi dengan iklim Indonesia dikawinkan dengan sapi pejantan Wagyu yang memiliki tekstur daging yang empuk. 

Pada tahap ini, juga dikawinsilangkan sapi Brahman dengan sapi Belgian Blue yang memiliki otot ganda. Saat ini sudah dilahirkan 12 ekor sapi hasil persilangan kedua jenis sapi ini.

Selanjutnya pada tahap kedua, sapi hasil perkawinan Brahman-Wag-yu dikawinkan dengan sapi hasil perkawinan Brahman-Belgian Blue. Hasil persilangannya menghasilkan Lembu Gama generasi pertama. Sampai tahap ini, lanjut Ali, sudah dihasilkan sapi dengan karakterisasi yang diinginkan, namun belum stabil. 

Dibutuhkan satu generasi lagi atau tahap ketiga, yaitu perkawinan antar sapi lembu Gama generasi pertama, untuk menghasilkan karakterisasi yang stabil. Generasi kedua sapi lembu Gama itulah nantinya yang akan dijadikan sapi indukan untuk kemudian dikembangkan secara massal.

“Sapi jenis ini disukai peternak dan industri peternakan karena bobotnya besar, namun tulangnya tidak dominan sehingga menghasilkan daging melimpah dan berkualitas prima,” beber Ali.

Fakultas Peternakan UGM tidak sendirian dalam mengembangkan sapi unggul ini, namun menggandeng PT Widodo Makmur Perkasa dan University of Liege Belgia. Kerja sama ketiga pihak tersebut didorong berkelanjutan dengan mendirikan Pusat Keunggulan (Center of Excellent) Sapi.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 63

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia