Jejak Kejayaan Gowa di Fort Rotterdam

Created on Tuesday, 31 January 2017
Banyak yang mengira Fort Rotterdam dibangun oleh Belanda. Padahal, benteng yang masih berdiri kokoh di Makassar, Sulawesi Selatan ini merupakan peninggalan Kerajaan Gowa Tallo.  

 

Benteng Fort Rotterdam dibangun tahun 1545, di masa pemerintahan Raja Gowa yang ke-9, Sultan Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallona. Oleh masyarakat Bugis benteng dengan arsitektur menyerupai gaya Eropa ini disebut Benteng Panyyua, yang berarti penyu. Meskipun pada mulanya, Sultan Gowa menamai bangunan ini Benteng Ujung Pandang.

“Namun, masyarakat lebih mengenalnya sebagai Benteng Penyu. Karena, bila dilihat dari ketinggian bentuknya mirip penyu yang hendak masuk ke laut. Kebetulan bangunan ini juga berada tak jauh dari laut,” ujar Rohim, petugas sekaligus seorang pemandu wisatawan di Benteng Fort Rotterdam. 

Pada mulanya Benteng Panyyua dibangun dengan bahan dasar tanah liat. Di masa pemerintahan Raja Gowa ke-14, Sultan Allaudin, bangunan dipugar dan konstruksinya diganti dengan karst atau batu padas dari pegunungan di Maros. “Bangunan megah ini murni dibangun penduduk lokal.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 62

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia