Melongok Sejarah Kota Minyak

Created on Monday, 29 August 2016

Pengeboran minyak pertama pada 10 Februari 1897 menjadi sejarah penting dan awal geliat Balikpapan. Hingga salah satu kota penting di Kalimantan Timur ini pun menyandang julukan Kota Minyak. 

 

Begitu fenomenalnya momen tersebut hingga ditetapkan sebagai hari jadi Kota Balikpapan. Seiring berakhirnya pengeboran dan tidak ada lagi sumur minyak yang berproduksi di Balikpapan, julukan Kota Minyak tetap melekat. 

Seorang mantan pegawai Humas PT Pertamina di Balikpapan, Chusnul Busro, mengatakan minyak memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah kota ini. Penemuan dan pengeboran sumur minyak pertama kali pada waktu itu, benar-benar mengawali “kehidupan” Kota Balikpapan, sampai menjadi rebutan bangsa penjajah dan membuat Indonesia makin dikenal sebagai negeri yang kaya sumber daya alam. 

Awalnya, tahun 1863 Kesultanan Kutai memberi hak peminjaman tanah di sekitar teluk di wilayah Balikpapan kepada Pemerintah Hindia Belanda. Selain itu, Belanda juga mendapat konsesi atau izin pertambangan, yang kontraknya dipegang Matilda, perusahaan minyak milik JH Menten. Kemudian, bekerja sama de-ngan Firma Samuel & Co yang berkantor pusat di London, Inggris, pada 1896 melakukan penelitian mengenai potensi kandungan minyak bumi di Balikpapan. 

Hasilnya, mereka menemukan cadangan minyak pada kedalaman 220 meter. Sumur pertama ditemukan, dan diberi nama Sumur Matilda B-1. Setidaknya ada 40 sumur yang ditemukan dan dibor. Namun, ketika itu hanya sembilan sumur minyak yang berproduksi. Total produksi minyak sampai akhirnya Belanda menutup semua sumur tersebut tahun 1903, mencapai 620,85 barel per hari. Sedangkan, produksi awal Sumur Matilda pertama mencapai 184 barel. Pengeboran perdana dilakukan 10 Februari 1897. Konon, pengeboran sumur minyak pertama di dunia oleh Edwin L Drake di Amerika Serikat juga dilakukan pada tanggal ini, di tahun 1859. 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 57

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia