Rinjani Calon Geopark Dunia

Created on Monday, 01 August 2016
Rinjani masuk daftar calon geopark dunia 2016. Gunung api aktif dengan danau kawah memesona ini akan jadi geopark dunia yang ketiga di Indonesia

 

Sejak 2008 Indonesia mengusulkan Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai geopark atau taman bumi dunia. Namun, karena kurang dukungan, terutama kelengkapan dokumen dari pemerintah daerah, Rinjani pun tersingkir. 

Tahun 2012, Global Geopark Network di bawah naungan Badan Dunia untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) menetapkan Gunung Batur di Kabupaten Bangli, Bali jadi geopark dunia. Inilah taman bumi dunia pertama yang dimiliki Indonesia. Kemudian, 2015 giliran Gunung Sewu yang membentang di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur terpilih menjadi geopark dunia. 

“Karena sudah masuk tahap penilaian dan sudah ada tim dari UNESCO yang datang meninjau, maka selangkah lagi Rinjani akan jadi geopark dunia. Kalau tidak tahun ini, kapan lagi kesempatannya?” kata General Manajer Rinjani National Geopark, Chairul Mahsul. 

Sejak pertengahan Mei lalu, Rinjani yang berstatus taman nasional dan geopark nasional, sibuk dengan tamu-tamu istimewa. Mereka adalah perwakilan UNESCO Global Geopark yang ditugaskan menilai dan meninjau kawasan Rinjani, Maurizio Burlando (Italia), Soo Jae Lee (Korea Sleatan), serta Prof Ibrahim Komoo dan Dr Nurhayati (Malaysia). Hasil penilaian tim ini yang akan menentukan, apakah Rinjani layak ditetapkan jadi global geopark 2016, atau kalah lagi dengan calon lainnya.  

“Taman Nasional Gunung Rinjani sangat berpeluang terpilih. Sebab, lima unggulan yang disyaratkan UNESCO sudah dipenuhi,” ujar pakar informasi geospasial, Prof Dr Aris Poniman, kepada Majalah Sains Indonesia. 

Laman rinjanigeopark.com menyebutkan, selain Rinjani tahun ini ada 18 geopark yang tersebar_di 13 negara di seluruh dunia yang diusulkan menjadi geopark dunia. Tahap penilaian dan peninjauan kini sedang berlangsung. Penilaian meliputi, keunggulan dari aspek geologi dan bentang alam, struktur manajemen pengelolaan, kelengkapan informasi dan lingkungan untuk pendidikan, kegiatan berkaitan dengan ilmu pengetahuan berbasis geowisata, serta manfaat ekonomi yang berkelanjutan dan seberapa besar akses masyarakat terhadap ke-giatan pengelolaan kawasan. Yang terpilih, akan diumumkan dalam Sidang UNESCO di London, Inggris pada September 2016. Rinjani merupa-kan satu-satunya gunung api aktif yang masuk daftar calon geopark dunia. 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 56

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia