Max Born, Anti Perang Nuklir

Created on Friday, 12 January 2018
Memasuki akhir tahun 2017, Google mengajak netizen merayakan ulang tahun ke-135 Max Born. Adik-adik tahu, siapakah dia? Dialah fisikawan dan matematikawan Jerman, berhasil meraih Hadiah Nobel Fisika, dan dikenal sebagai ilmuwan anti perang nuklir.

 

Google sengaja menjadikan Max Born sebagai Google Doodle bersamaan dengan penganugerahan Nobel Perdamaian 2017 kepada ICAN, organisasi sosial yang giat berkampanye anti senjata nuklir. Ini juga sekaligus tanda keprihatinan dunia terhadap memanasnya suasana di Timur Tengah, pasca deklarasi Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. 

Max Bon meraih Nobel Fisika 1954 atas kontribusinya terhadap bidang mekanika kuantum. Mekanika kuantum sendiri adalah salah satu bagian ilmu fisika yang mempelajari materi pada tingkat yang sangat rinci. Bidang ini telah mendorong penemuan penting seperti komputer pribadi, laser, dan perangkat pencitraan medis (MRI). Matematika kuantum telah mengubah peta perkembangan teknologi.

Lahir pada 11 Desember 1882, di Breslau, Jerman (kini Wroclaw, Polandia), Born belajar fisika di Universitas Breslau, Heidelberg, dan Zürich. Pada 1909, ia ditunjuk sebagai dosen di Georg-August-Universitaet Goettingen. Tahun 1912,  ia pindah ke Universitas Chicago. Pada 1915, ia kembali ke Jerman namun harus masuk militer Jerman. Pada 1919, ia menjadi guru besar di Universitas Goethe Frankfurt, dan kemudian profesor di Göttingen pada 1921. 

Selama masa inilah Born merumukan penafsiran probabilitas fungsi kepadatan dalam persamaan mekanika kuantum Schroedinger. Gagasannya menggantikan teori kuantum yang asli; kini, persamaan matematika Born arau Born Rule dimanfaatkan untuk pengembangan mekanika kuantum dan aplikasinya. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia