Rancang Bangun Nasional

Created on Thursday, 27 August 2015
Menko Maritim, Indroyono Soesilo tampak semangat  menyampaikan pidato kunci dalam seminar nasional ‘Kebangkitan Industri Nasional Berbasis Kemampuan Iptek Anak Bangsa’. Menurutnya, penguatan kemampuan rancang bangun nasional menjadi kunci peningkatan kandungan lokal satu proyek.

 

Pengembangan industri nasional harus sejalan dengan upaya mewujudkan kemandirian bangsa. Industri nasional harus berbasis kemampuan ilmu pengetahuan (Iptek) anak bangsa. Salah satu kunci kemandirian adalah dengan memperkuat kemampuan rancang bangun (design engineering) anak bangsa. Konsep bermula dari hilir berakhir dari hulu, masih relevan untuk pembangunan infrastruktur saat ini di semua sektor. 

“Rancang bangun itu menjadi jalan bagi penguatan kandungan dalam negeri,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo saat menjadi pembicara kunci dalam seminar yang dilaksanakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (3/8). 

Menurut Mantan Direktur Badan Pangan Dunia (FAO) itu, kegiatan rancang bangun hanya menelan biaya 2-5% saja dari keseluruhan nilai proyek. Namun, pengaruhnya besar hingga 90% dari seluruh nilai proyek. Itulah mengapa rancang bangun itu sangat penting dan strategis. 

Bukan hanya meningkatkan kandungan lokal dalam arti bahan baku, namun di dalamnya juga keterlibatan SDM lokal. Bahkan jika sudah kuat, tambah Indroyono, Indonesia bisa mengekspor rancang bangun ke berbagai negara. 

Untuk industri di bawah koordinasi Kemenko Maritim, hal itu sudah dimulai, antara lain pada pembuatan kapal oleh industri galangan kapal nasional. Indroyono mengaku sudah menggandeng National Ship Design and Engineering Center” (NasDEC/Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional) di ITS dan BPPT untuk membuat rancang bangun kapal yang akan dibuat industri galangan kapal dalam negeri. 

Selain itu, BPPT juga ditunjuk untuk membuat rancang bangun pembangunan pembangkit listrik sebesar 35.000 MW. Yang sudah berhasil baik adalah rancang bangun industri penghasil gas dan industri amoniak (bahan baku pupuk) di Luwu Sulawesi Selatan. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 45

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia