Kayu Manis Turunkan Kadar Gula Darah

Created on Wednesday, 08 March 2017
Pernahkan terpikir oleh Anda bahwa kayu manis bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan? Beberapa riset membuktikan bumbu dapur ini berkhasiat menurunkan kolesterol dan kadar gula dalam darah.

 

Berbagai penelitian mengungkapkan seluruh bagian kayu manis beserta ekstraknya sangat baik untuk menurunkan glukosa darah dan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan Richard Anderson pada 2011. Bersama kolega, Richard menguji efek kayu manis terhadap kadar gula darah yang melibatkan 60 penderita diabetes tipe 2.

Sampel terdiri dari 30 wanita dan 30 pria dengan usia rata-rata 50 tahun ke atas. Secara acak mereka dibagi menjadi enam kelompok. Berturut-turut, kelompok pertama hingga ketiga mengonsumsi 1 gram, 3 gram, dan 6 gram kayu manis per hari. Sedangkan kelompok keempat, kelima, dan keenam mengonsumsi kapsul plasebo dengan jumlah yang sama dengan konsumsi kayu manis pada tiga kelompok lain.

Setelah diteliti selama 40 hari, setiap kelompok yang mengonsumsi kayu manis kadar gulanya menurun sekitar 18-29%. Artinya, konsumsi kayu manis sebanyak 1, 3, dan 6 gram per hari mampu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Kayu manis juga bisa menurunkan risiko timbulnya komplikasi diabe-tes yang berhubungan dengan darah tinggi, jantung, dan penyakit kronis lain. 

Sebelumnya, para peneliti dari US Agricultural Research Services Nutrition Laboratories menemukan kalau ekstrak kayu manis bisa me-remajakan kemampuan tubuh agar lebih responsif terhadap insulin. Hasil percobaan di la-boratorium menunjukkan pengolahan glukosa meningkat hingga 20 kali lipat. Efek ini disebabkan oleh kandungan methylhydroxy chalcone polymer yang terdapat di dalam kayu manis.
Pada 20 tahun sebelumnya, tim peneliti lain mengungkapkan kayu manis dapat menyerupai insulin sekaligus menggerakkan reseptor yang menurunkan kadar gula. Pada 2007, studi serupa juga dilakukan tim peneliti kepada para wanita penderita sindrom ovarium polikistik. Mereka diminta mengonsumsi kayu manis setiap hari selama delapan minggu. Hasilnya, terjadi penurunan resistensi insulin secara signifikan.

Sebagaimana diketahui, para penderita kencing manis mengalami gangguan pada tumbuh sehingga tidak bisa memproduksi insulin secara memadai.Gangguan juga bisa disebabkan oleh berkurangnya sensitivitas tubuh terhadap insulin sehingga kadar gula darah tetap tinggi karena tidak bisa masuk ke dalam sel-sel untuk kemudian diubah menjadi energi.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 63

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia