Susi Pudjiastuti Terapkan Budaya Industrial di KKP

Created on Thursday, 27 November 2014

"Saya bersedia jadi menteri diniatkan untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Kalau mau berubah, ayo.
Ikut saya."

Awalnya banyak yang meragukan kemampuan Susi Pudjiastuti untuk mengemban amanah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Namun, Susi menjawabnya dengan sejumlah gerakan yang menjanjikan bagi perbaikan di bidang kelautan dan perikanan di Tanah Air. Para birokrat di kementerian yang dipimpinnya pun merasa terpontang-panting mengikuti ritme kerjanya yang tinggi.

Susi membawa budaya industrial ke lingkungan komunitas yang dipimpinnya. Sesuatu yang biasa dia lakukan di perusahaan pe-nerbangan maupun eksportir produk perikanan yang dipimpinnya dibawa ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Dalam pemberantasan illegal fishing misalnya, Susi menerbitkan larangan bagi kapal di atas 30 GT beroperasi sementara. Kapal yang didominasi para pencoleng itu pun harus ditertibkan terlebih dahulu. Soal pemantauan, Susi langsung menggandeng pihak TNI AL dan berbagi data untuk kepentingan pengamanan di laut. 

Susi juga menghapus pajak nelayan yang selama ini terasa sungguh memberatkan. Moratorium kapal besar dan pemberantasan illegal fishing, jika itu berjalan dengan baik, maka triliunan rupiah potensi kerugian penerimaan negara bisa diselamatkan setiap tahunnya.

“Saya bersedia jadi menteri diniatkan untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Kalau mau berubah, ayo. Ikut saya. Kalau pun kinerja saya dianggap jelek, saya siap kok mengundurkan diri,” tegas Susi kepada Majalah Sains Indonesia. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 36

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia