Menginspirasi

Created on Wednesday, 29 October 2014

Tumbuh di tengah keluarga pendidik, membuatnya “lebih peka” terhadap dunia pendidikan. Anies menyadari betapa pentingnya pendidikan. “Siapa pun dan dengan kondisi apa pun, layak mendapat kesempatan mengenyam pendidikan,” katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, belum lama ini.

Selalu aktif, tidak bisa diam, banyak gagas-an, dan menjadi inisiator di antara komunitasnya. Itulah Anies Baswedan.  Saat usia 12 tahun pun ia telah membentuk organisasi kecil dengan segudang kegiatan. Beranggotakan anak-anak belia usia 7-15 tahun, Klub Anak Berkembang atau “Kelabang” ini menjadi wadah penyaluran hobi dan belajar berorganisasi bagi Anies dan teman-temannya di Yogyakarta. 

Lahir di Kuningan, Jawa Barat pada 7 Mei 1969, Anies Rasyid Baswedan kemudian tinggal dan dibesarkan di Yogyakarta. Ayah Anies, Rasyid Baswedan pernah menjadi wakil rektor di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Sedangkan ibunya, Aliyah adalah salah satu guru besar di Universitas Negeri Yogyakarta. 

Tumbuh di tengah keluarga pendidik, membuatnya “lebih peka” terhadap dunia pendidikan. Anies menyadari betapa pentingnya pendidikan. “Siapa pun dan dengan kondisi apa pun, layak mendapat kesempatan mengenyam pendidikan,” katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, belum lama ini. 

Kini Anies Baswedan adalah salah satu so-sok penting di negeri ini. Kiprahnya di dunia pendidikan, melalui Gerakan Indonesia Mengajar, diacungi jempol oleh banyak kalangan termasuk dari manca negara. Berbagai penghargaan diterima lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, karena yang dia lakukan melalui Indonesia Mengajar dinilai menginspirasi dan patut menjadi teladan. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 35

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia