Menghijaukan Kembali Gunung Gede & Pangrango

Created on Tuesday, 28 July 2015
Semua tampak riang. Dengan canda puluhan anak muda itu mencangkul, lalu masing-masing menanam pohon yang disiapkan. Kelak, melalui aksi kecil seperti inilah hutan di kaki Gunung Gede & Pangrango akan kembali hijau. 

 

Sebuah aksi sederhana oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta itu, adalah wujud kepedulian terhadap Taman Nasional Gunung Gede & Pangrango (TNGGP), Jawa Barat. Kegiatan menanam dan mengenal lebih dekat ekosistem TNGGP seperti ini, rutin dilakukan pengelola, bekerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta maupun BUMN. Di antaranya, dengan PT Tirta Investama, melalui progam Aqua Lestari. 

Program yang merupakan wadah berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Grup Aqua Danone tersebut, dimulai tahun  2006. Untuk penanaman pohon atau restorasi TNGGP, baru dimulai tahun 2015. Kegiatan lain dalam Aqua Lestari, antara lain memfasilitasi daur ulang kemasan gelas dan botol bekas, memberdayakan masyarakat melalui usaha kecil menengah (UKM), serta konservasi dan penghijauan di sekitar sumber air maupun daerah aliran sungai (DAS). Selain itu, juga program-program kesehatan maupun pendidikan yang menjangkau hingga daerah terpencil di Indonesia.  

Aqua Lestari oleh PT Tirta Investama Pabrik Cianjur, untuk penanaman pohon di kawasan TNGGP, sebagai tahap awal memilih lokasi di Blok Citatah, Tegalega, Kabupaten Cianjur. Kawasan ini sebenarnya sudah sering dipilih se-bagai lokasi penanaman oleh pengelola melalui berbagai kerja sama dengan stakeholders. Selain mudah dijangkau, Blok Citatah termasuk dalam kawasan prioritas restorasi, karena sebagian sudah gundul. 

Kepala Balai Besar TNGGP, Herry Subagiadi mengatakan karena posisi taman nasional yang cukup mudah dijangkau dari perkotaan, ancaman dan tekanan terhadap kawasan TNGGP sangat tinggi. Dinamika pembangunan di perkotaan dan di sisi lain kondisi masyarakat sekitar taman nasional justru kurang sejahtera, adalah ancaman bagi keberadaan taman nasional. 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 44

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia