6 Tahun MSI Menyapa Pembaca

Created on Thursday, 11 January 2018

 

Hadirnya Majalah Sains Indonesia (MSI) edisi Januari 2018 ini menandakan kami telah menyapa pembaca setia selama enam tahun. Sejak edisi pertama terbit, Januari 2012, suka dan duka mengiringi perjalanan kami menyuarakan berbagai inovasi karya anak bangsa.

Kami layak bersyukur dan bersuka ria, karena di tengah-tengah menurunnya daya baca dan daya beli masyarakat, majalah yang rutin terbit di setiap awal bulan ini tetap survive, meskipun dua tahun terakhir ini mengalami sedikit penurunan pembaca dan iklan.

Atas karunia Allah Yang Maha Pengasih, kami juga layak bersyukur masih diberi kesempatan untuk menyampaikan ilmu yang bermanfaat ke masyarakat luas. Obsesi kami sejak awal memang berorientasi pada penyebarluasan informasi sains, teknologi, dan inovasi yang bisa menjadi solusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kami yakin, ketika inovasi diterapkan, akan mampu meningkatkan produk bernilai tambah (added value) tinggi sehingga mampu bersaing dengan buatan luar negeri. Menjadi bangsa produktif dengan karya inovasi anak bangsa adalah salah satu cita-cita kami. 

Kami prihatin, saat ini karya inovasi anak bangsa masih tertinggal jauh dalam banyak hal. Barang-barang importir masih dominan membanjiri pasar dalam negeri. Kita menjadi konsumen yang menggiurkan untuk produk-produk elektronik, otomotif, pangan, farmasi, dan kosmetik buatan asing.

Di balik rasa syukur tadi terselip duka dan waswas. Kami sedih saat melihat kecenderungan rekan-rekan kami yang tak lagi mampu bertahan. Padahal usia mereka jauh lebih mapan dan dikelola oleh para profesional yang kompeten di bidangnya.

Di kawasan Amerika Serikat dan Eropa misalnya, lebih dari 75 media cetak (baik majalah dan koran) tak lagi terbit. Bahkan, usia koran dan majalah mainstream tersebut mencapai puluhan bahkan ratusan tahun. Sebut saja Majalah Newsweek yang tutup usia pada umur 80 tahun. Lalu, koran The Rocky Mountain (153 tahun) dan  Seatle Post Intelligence (146 tahun). 

Kecenderungan serupa juga terjadi di Indonesia. Puluhan koran dan majalah nasional itu tak mampu melanjutkan usaha bisnisnya. Media cetak ini tak sanggup menghadapi serbuan media sosial dan media on-line berbasis internet yang begitu masif. 

Jika majalah yang sedang Anda baca ini bisa melewati masa-masa sulit, itu tak lain adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Kontribusi pembaca dan relasi pemasang advertorial atau iklan juga ikut mewarnai perjalanan kami menuju tahun yang ketujuh ini.

Karena itu pada kesempatan yang mulia ini, kami memberi apresiasi tinggi sekaligus ucapan terima kasih kepada pembaca dan seluruh relasi yang telah ikut berkontribusi mendukung majalah ini. Dukungan, saran, masukan, dan kritikan kami  perlukan agar MSI dapat memenuhi harapan untuk para pembacanya.

Muhammad Budiman

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia