2.000 Peternak Gunakan Aplikasi Takesi

Created on Tuesday, 13 February 2018

Peternak bisa berkonsultasi gratis dengan ahli kesehatan hewan. Jika sakit berlanjut, dokter pun bisa dipanggil ke lokasi peternakan

Bogor, Sains Indonesia – Tiga bulan sejak diluncurkan, aplikasi berbasis android untuk kesehatan sapi (Takesi) sudah diunduh oleh sekitar 2.000 peternak, serta dosen dan mahasiswa peternakan di berbagai daerah. Aplikasi yang bisa diunduh di google play store ini memudahkan peternak atau petugas di lapang mengenali gejala klinis yang diderita hewan dan cara penangannnya.

Dengan menggunakan aplikasi yang dikembangkan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) Balitbang Kementan itu peternak atau petugas dapat berkomunikasi dan berkonsultasi dengan dokter hewan setempat atau ahli. Menurut peneliti BB Litvet, April Wardana, secara garis besar terdiri dari empat komponen utama, yaitu penyakit dan gangguan reproduksi pada sapi indukan, penyakit dan gangguan pada anak sapi, manajemen kesehatan sapi dan kontak ahli.

“Untuk memudahkan pengguna, aplikasi ini disusun menggunakan bahasa yang sederhana, singkat dan jelas. Bahkan, kami memasukkan beberapa bahasa daerah populer perihal nama penyakit-penyakit tertentu,” ujar April.

Sejumlah kelebihan dimiliki Takesi. Selain menggunakan bahasa Indonesia, kontennya pun sesuai dengan kondisi penyakit yang ada di Indonesia. Menurut April, TakesiI mampu memberikan informasi dengan sederhana, namun jelas dan informatif.

Kelebihan lain, Takesi dilengkapi kontak ahli, sehingga pengguna dapat langsung berkomunikasi dengan para ahli ataupun petugas kesehatan hewan setempat baik lewat SMS atau telepon. Saat ini sudah tergabung 30 dokter hewan dari berbagai daerah. Secara otomatis, Takesi akan mengarahkan peternak ke ahli terdekat dari lokasi peternakannya.

“Jika tidak puas dengan konsultasi melalui aplikasi, peternak bisa meminta dokter hewan atau ahli kesehatan tersebut untuk memeriksa langsung kondisi hewan sekaligus menanganinya,” paparnya.

Jika belum mempunyai informasi yang cukup, pengguna pun dapat memasukkan kata kunci sesuai dengan gejala klinis yang dilihat dan TAKESI akan menyajikan beberapa alternative kemungkinan penyakit yang menyerang ternaknya.

Selanjutnya, pengguna dapat membaca informasi singkat serta membandingkan gambaran klinis melalui galeri foto pada aplikasi yang kemudian dapat diinformasikan kepada tenaga medis sehingga tenaga medis akan langsung dapat mempunyai gambaran mengenai kasus yang akan ditangani.

Setia Lesmana

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia