Harga Beras Capai Titik Tertinggi Dalam 3 Tahun

Created on Friday, 12 January 2018

Harga beras di Pasar Induk Cipinang per Januari 2018 tercatat berada di level Rp 11.015 per kilogram. Ini adalah titik tertinggi beras sejak 2016. 

Jakarta, Sains Indonesia – Dikutip dari website resmi pusat informasi Pasar Induk Beras Cipinang (www.pibc.foodstation.co.id) per 11 Januari 2018, harga tersebut jauh di atas harga rata-rata beras dalam 2 tahun terakhir. Pada 2017, harga beras hanya Rp 9.506 per kilogram. Sementara setahun sebelumnya, harga berada di kisaran Rp 9.710 per kilogram.

Kian meroketnya harga beras di pasaran menjadi anomali di tengah gencarnya panen raya beras di sejumlah lokasi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan, ada sekitar 17 provinsi yang telah melakukan panen Januari ini dengan 70 persen diantaranya berada di Jawa, seperti Grobogan, Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, dan Semarang.

“Potensi panen pada Januari sekitar 300 ribu ton. Sedangkan, Februari potensinya lebih dari 4,9 juta ton dan diperkirakan akan ada surplus panen sekitar 3 juta ton. Hitungannya sederhana, umur padi 3 bulan yakni Oktober, November, dan Desember. Kemudian, Januari ada panen," ujar Amran di Jakarta (9/1). Untuk mengendalikan harga, Amran menegaskan pemerintah akan melakukan operasi pasar secara masif.

Sebenarnya, medio Oktober hingga Desember 2017, Bulog telah melakukan operasi pasar untuk mengontol harga beras. Pada periode tersebut, lebih dari 53 ribu ton beras medium dilepas ke pasar. Hanya saja upaya tersebut sepertinya belum mampu meredam gejolak harga. Sehingga operasi pasar kembali dilakukan dengan memperluas area jangkauan.

“Stok beras di Bulog saat ini ada sekitar 930 ribu ton. Kami berkomitmen tetap melakukan operasi pasar untuk menjaga harga beras di masyarakat,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti. Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui bahwa saat ini memang ada panen. Namun karena musim hujan, hasil produksinya kemungkinan tidak sesuai harapan. Ia pun menegaskan akan menunggu hasil panen hingga Februari sebelum memutuskan untuk menambah stok beras.

Faris Sabilar Rusydi

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia