Didukung Langit Cerah, Panen Padi di Bali pun Makin Meluas

Created on Wednesday, 10 January 2018

 

Langit di Bali hari ini tampak cerah, secerah wajah petani yang sedang memanen padi. Berbeda dengan beberapa hari kemarin hujan terkadang turun sepanjang hari, namun petani di Bali tetap memanen padi. Hari ini 9 Januari 2018 tim Pendamping Upsus Pajale BPTP Balitbangtan Bali melaporkan, panen padi di Bali  seluas 88,16 hektar dari potensi seluas 237 hektar yang siap panen. Panen tersebar di sembilan subak pada lima Kabupaten di Bali. Di Kabupaten Gianyar dan Karangasem tampak beberapa petani sudah menggunakan Combine Harvester untuk memanen padi. 

Kepala BPTP Balitbangtan Bali, Dr I Made Rai Yasa mengatakan bahwa menurut pemantauannya,  hari ini merupakan panen yang terluas dari sebelumnya.” Hal ini disebabkan karena kondisi cuaca yang mendukung sehingga petani ingin cepat-cepat memanen” ujarnya menambahkan. 

Sembilan Subak sedang panen di Bali yang dimaksud yaitu; 

Kabupaten Badung yang merupakan sentralnya Pariwisata Bali hari ini panen di dua subak yaitu di Subak Uma Poh, Desa Dauh Yeh Cani Kecamatan Abiansemal. Dari potensi panen 15 hektar dipanen seluas 15 ha. Varietas yang dipanen Ciherang, dengan produktivitas 4,5 ton/ha. Yang ke dua di Subak tegal, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta utara dari potensi 20 ha, hari ini dipanen 5 ha. Varietas yang dipanen Ciherang dengan provitas 7,8 ton/ha.  

Kabupaten Tabanan yang merupakan lumbung berasnya Bali hari ini terpantau ada dua subak pula yang sedang melaksanakan panen yaitu Subak Pangkung Lengkuas Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur seluas 12 ha dari potensi 15 ha yang dipanen hari. Varietas yang dipanen adalah singkil dengan produktivitas 8,03 ton/ha. Selanjutnya di Subak Kelepud, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, dari potensi 122 ha dipanen hari ini seluas 2 ha. Varietas yang dipanen Ciherang dengan produktivitas 6,49 ton/ha. 
 
Kabupaten Gianyar yang mendapat julukan kota seni, hari ini panen terpantau di Subak Pasekan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, dari potensi 7 ha, hari ini dipanen 4 hektar. Varietas yang dipanen Ciherang dengan 5,5 -  6,5 ton/ha. Panen satunya lagi di  Subak Belong, Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, dari potensi 4 ha dipanen seluas 0,16 ha. Varietas yang dipanen Varietas “Mansur” dengan produktivitas 7,2 ton per ha. 

Di Kabupaten Karangasem yang merupakan daerah yang sedang terdampak erupsi Gunung Agung petaninya tidak mau ketinggalan dengan daerah lain di Bali. Subak Rendang Arca tempek Tuug Kangin, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, yang berjarak kurang lebih 12 kilometer dari kawah Gunung Agung hari ini panen seluas 5 ha dari potensi 9 ha. Varietas yang dipanen adalah padi lokal yang petani setempat menyebutnya  padi “Cicih Seraya”, namun provitasnya cukup tinggi yakni  9,1 ton per ha.  Selain itu juga dilaksanakan panen di Subak Kuum Cangah, Desa Kuum Tumbuh, Kecamatan Karangasem, dari  potensi 11 ha, hari ini dipanen  9 ha. Varietas yang dipanen Cigelis dengan provitas 7,3 ton/ha.  

Yang terakhir adalah di Kabupaten Klungkung terpantau ada satu subak yang panen yaitu  Subak Akah, Tempek Uma Dalem, Desa Akah, Kecamatan Klungkung dengan potensi panen seluas 34 ha namun baru dipanen seluas 16 ha. Varietas yang dipanen adalah Inpari 30 dengan produktivitas 6,8-7 ton/ha.

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia