Krisis Air, Petani di Halmahera Timur Tetap Bisa Panen

Created on Wednesday, 20 December 2017

 

Ditengah cekaman abiotik berupa terbatasnya air untuk lahan sawah, petani di pedalaman Halmahera Timur masih tetap bisa panen padi.

Halmahera Timur, Sains Indonesia - Kegiatan panen seluas 16 ha yang dilakukan petani dihadiri perwakilan dari Dinas Pangan Kabupaten Halmahera Timur,  Babinsa, Penyuluh, tim Upsus Puslitbangtan dan LO BPTP Balitbangtan Maluku Utara (Malut).  Varietas padi yang dipanen adalah Inpari 30 dengan produktivitas hasil ubinan sebesar 6 ton/Ha.

Dalam kesempatan tersebut, Bayu Suwitono selaku LO UPSUS BPTP Balitbangtan Malut mengatakan pemerintah harus hadir di tengah-tengah petani agar mereka merasa tidak sendirian dan terus bersemangat untuk menanam padi.

Di tempat yang sama, ketua Gapoktan Subur Tani, Siswanto mengatakan bahwa musim tanam kali ini dirinya mengaku bersyukur karena masih bisa panen padi. Maklum, hal tersebut dilakukan di tengah keterbatasan air karena rusaknya bendungan walal yang mengairi lahan sawah di 3 desa yaitu Bangul, Babasaram dan Beringin lamo dengan total areal  350 ha. Solusi sementara yang dilakukan petani adalah menggunakan mesin pompa bantuan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air.

Varietas Inpari 30 yang di panen kali ini merupakan varietas yang dilepas tahun 2012 dan disukai oleh petani di Desa Bangul. Mereka menyukai varietas tersebut karena selain berasnya pulen juga tahan terhadap hama dan penyakit. Dalam kesempatan tersebut, para petani di Maba Tengah tetap berharap, Balitbangtan bisa terus mendampingi dan mengenalkan varietas unggul baru yang adaptif. PR/Slamet Widayadi

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia